Info Terkini

Nandur Kahuripan : Siswa SMA Negeri 5 Kota Depok Tanam Tanaman Obat, Bunga, dan Sayuran di Galon Bekas

Depok, 3 November 2026 – Ratusan siswa SMA Negeri 5 Kota Depok antusias mengikuti kegiatan kokurikuler bertema Nandur Kahuripan yang digelar di halaman sekolah, Senin (2/11). Kegiatan yang menggabungkan penanaman tanaman obat, tanaman bunga, dan sayuran ini tidak hanya menumbuhkan kecintaan siswa terhadap lingkungan, tetapi juga mengajarkan pemanfaatan limbah galon bekas di sekitar sebagai media tanam. Kegiatan untuk kelas X dan XI dilaksanakan sebelum Tes Kemampuan Akademik (TKA), sedangkan untuk kelas XII dilaksanakan setelah TKA.

Kegiatan dimulai pagi hari dengan pemaparan singkat dari para koordinator kokurikuler masing – masing jenjang tentang makna Nandur Kahuripan – menanam untuk kehidupan. Dr. Ning Setianti, S.Pd., selaku koordinator kokurikuler kelas X, menekankan pentingnya merawat tanaman sejak dini serta pemanfaatan limbah galon bekas yang ada di sekitar sebagai media tanam (pot) sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sementara itu, Warsinah, S.Pd., koordinator kokurikuler kelas XI, menjelaskan manfaat tanaman obat dan sayuran bagi kesehatan serta menekankan aspek keberlanjutan dan kreativitas dalam pemanfaatan limbah.

Siswa kemudian dibagi dalam kelompok sesuai kelas untuk menanam berbagai jenis tanaman menggunakan galon bekas yang telah dibersihkan dan dimodifikasi. Ada yang fokus pada tanaman obat seperti jahe, kunyit, temu kunci, dan lidah buaya. Kelompok lain menanam bunga hias seperti mawar, lili, dan krokot. Sementara kelompok lainnya menggarap galon bekas untuk sayuran: kangkung, sawi, cabai, dan tomat.

“Kegiatan ini bukan sekadar menanam, tapi juga belajar merawat kehidupan sekaligus mengurangi sampah plastik. Kami ingin siswa memahami bahwa tanaman obat, bunga, dan sayuran punya nilai penting untuk kesehatan, keindahan, dan ketahanan pangan keluarga, sekaligus bisa ditanam dengan memanfaatkan limbah yang ada di sekitar,” ujar Kepala SMA Negeri 5 Kota Depok, Tety Sosesanti, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menekankan bahwa Nandur Kahuripan sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran berbasis proyek, karakter peduli lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya lokal. “Harapannya, tanaman yang hari ini ditanam di galon bekas bisa terus dirawat dan bermanfaat bagi seluruh warga sekolah, sekaligus menjadi contoh nyata bahwa limbah bisa diubah menjadi sesuatu yang berguna,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan pembagian jadwal perawatan tanaman oleh masing-masing koordinator kelas dan foto bersama di depan deretan galon bekas yang baru ditanami. Rencananya, hasil panen sayuran dan tanaman obat akan dimanfaatkan untuk kegiatan memasak bersama atau pembuatan produk sederhana di semester mendatang.

Melalui Nandur Kahuripan, SMA Negeri 5 Kota Depok berharap siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis, tetapi juga pengalaman nyata dalam menjaga bumi, memanfaatkan limbah, dan merawat kesehatan diri melalui tanaman yang mereka tanam sendiri di media galon bekas.

Tinggalkan komentar