Kurikulum

SMA Negeri 5 Kota Depok secara resmi mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sebagai upaya transformasi pendidikan yang lebih fleksibel, berfokus pada materi esensial, dan pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila.

Penerapan kurikulum ini di SMA Negeri 5 Kota Depok mengedepankan tiga pilar utama :

1.   Pembelajaran Intrakurikuler yang Fleksibel

Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 5 memberikan ruang bagi siswa untuk mendalami minat dan bakatnya secara lebih spesifik.

  • Fase E (Kelas X) : Siswa mengikuti mata pelajaran umum sebagai fondasi untuk mengeksplorasi minat akademik mereka.
  • Fase F (Kelas XI & XII) : Siswa dapat memilih kelompok mata pelajaran pilihan sesuai dengan rencana karier, bakat, dan minat mereka (menggantikan sistem penjurusan IPA / IPS konvensional).
  • Materi Esensial : Fokus pembelajaran dilakukan pada materi yang paling penting agar guru memiliki waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam dan bermakna.

2.   Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Ini adalah ciri khas Kurikulum Merdeka yang dijalankan secara rutin di SMA Negeri 5 Depok. P5 adalah kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter.

  • Tema Projek : Kami mengangkat tema-tema relevan seperti Gaya Hidup BerkelanjutanSuara DemokrasiKearifan Lokal, hingga Bangunlah Jiwa dan Raganya.
  • Metode : Siswa belajar bekerja dalam tim, memecahkan masalah nyata di lingkungan sekolah / kota Depok, dan mempresentasikan hasil karya mereka dalam tajuk “Panen Karya P5”.

3.   Pembelajaran Berbasis Data dan Refleksi (Asesmen)

Di SMA Negeri 5 Depok, kami menerapkan sistem penilaian yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir (sumatif), tetapi juga pada proses (formatif).

  • Asesmen Diagnostik : Dilakukan di awal tahun ajaran untuk memetakan kemampuan, latar belakang, dan gaya belajar siswa agar guru dapat memberikan perlakuan yang tepat.
  • Pembelajaran Diferensiasi : Guru menyesuaikan metode pengajaran di kelas untuk mengakomodasi perbedaan kecepatan belajar dan kebutuhan setiap individu siswa.