Info Terkini

Kolaborasi Guru IPA dan Siswa Ubah Limbah MBG dan Daun Kering Jadi Pupuk Cair Organik

Depok, 22 April 2026 — Inovasi berbasis lingkungan ditunjukkan oleh kolaborasi antara guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan siswa melalui pemanfaatan limbah Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta daun kering menjadi pupuk cair organik yang aplikatif dan bernilai guna.

Inovasi ini di gagas oleh guru IPA SMAN 5 Kota Depok saat melihat banyaknya limbah MBG serta daun kering. Awalnya limbah MBG hanya dikumpulkan dan dibawa pulang untuk pakan ternak (ayam dan entok) oleh salah satu guru. Dari situlah ide untuk mengubah limbah MBG seperti nasi, sayur, dan lauk, serta tumpukan daun kering yang setiap hari berguguran di halaman sekolah menjadi kompos organik dan pupuk cair.

Dalam prosesnya, limbah MBG diolah melalui metode fermentasi sederhana. Sisa makanan dikumpulkan, dicacah, lalu dimasukkan ke dalam wadah tertutup. Selanjutnya ditambahkan larutan gula merah dan air sebagai sumber energi bagi mikroorganisme alami. Campuran ini kemudian difermentasi selama 10–14 hari hingga menghasilkan pupuk cair organik yang kaya nutrisi.

Sementara itu, daun kering tidak dibuang begitu saja. Siswa mengolahnya dengan cara dicacah halus dan dicampurkan ke dalam proses fermentasi sebagai sumber karbon tambahan. Selain itu, sebagian daun kering juga diolah secara terpisah menjadi kompos padat yang dapat digunakan untuk media tanam.

Selaras dengan budaya ekologi sekolah hasil karya guru dan siswa ini nantinya akan diaplikasikan pada tanaman yang ada dilingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa belajar langsung tentang konsep dekomposisi, mikroorganisme, dan siklus nutrisi dalam ekosistem.

Ini bukan sekadar pembelajaran, tetapi bagian dari pembentukan karakter siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu berpikir kreatif,” ujar Tjeepy Suhanaedy selaku guru IPA yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Pembelajaran berbasis lingkungan dalam kegiatan ini memberikan pengalaman nyata dalam mengolah limbah menjadi produk bermanfaat. Selain mengurangi sampah, mereka juga memahami bahwa limbah organik memiliki potensi besar jika dikelola dengan benar.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berkelanjutan yang tidak hanya berdampak pada lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diterapkan di rumah dan masyarakat luas.

Tinggalkan komentar