Buku sejarah seringkali hanya mencatat nama – nama besar, namun Ade Mei Wulan (Depok, 18 Mei 1997 ) memilih jalan yang berbeda. Ia mencari suara – suara kecil yang luput dari catatan resmi—para saksi mata, orang biasa, dan mereka yang berada di pinggiran peristiwa besar. Baginya, sejarah tidak hanya tertulis di buku, tapi terpahat di atas tanah yang kita injak.
Sebagai seorang guru sejarah ia mencoba kembali mengkukir sejarah yang pernah ia laluinya. Melalui garis waktu yang berbeda ia kembali lagi ke tanah yang pernah ia injak dulu sebagai bentuk sumbangsih dan pengabdiannya kepada tanah yang pernah membesarkannya.
Langkah Ade Mei adalah sebuah pengingat bahwa untuk memahami masa depan, kita tidak boleh melupakan bisikan – bisikan dari masa lalu yang terkubur di bawah kaki kita. Sebuah dedikasi yang luar biasa untuk SMA Negeri 5 Kota Depok.