Info Terkini

Pengembangan Karakter & Spiritual

Pramuka

Pramuka (Praja Muda Karana) adalah organisasi pendidikan nonformal yang bertujuan membentuk karakter, akhlak, dan keterampilan generasi muda melalui kegiatan luar ruangan yang menarik dan menantang.

Dwi Anggoro, S. Pd, M. Ikom

Pembina Pramuka Putra


Lambang Gerakan Pramuka Indonesia adalah Tunas Kelapa. Dipilih karena pohon kelapa adalah tumbuhan serbaguna, mulai dari akar hingga ujung daunnya, yang melambangkan bahwa seorang anggota Pramuka harus berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.

Pilar Utama Pramuka :

  • Satya Pramuka : Janji atau komitmen diri untuk menjalankan kewajiban terhadap Tuhan, Negara, sesama, dan diri sendiri.
  • Darma Pramuka : Kode etik atau panduan perilaku sehari – hari (seperti disiplin, jujur, dan suka menolong).

Tujuan Kegiatan : Membangun kemandirian, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kepedulian sosial dan lingkungan melalui metode belajar sambil melakukan (learning by doing).

Slogan : Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan.


Meilisma Ikhriani Lubis, S. Pd

Pembina Pramuka Putri


Program kerja singkat Pramuka yang bisa diterapkan untuk satu semester atau satu tahun ajaran :

1. Bidang Keterampilan & Teknik Kepramukaan (Scout Skills)

Fokus pada penguasaan dasar agar anggota siap menempuh Syarat Kecakapan Umum (SKU).

  • Pionering Praktis : Pembuatan jemuran, tiang bendera, dan tandu darurat menggunakan tongkat dan tali.
  • Navigasi Darat : Latihan membaca peta, kompas, dan tanda jejak (widya wisata singkat).
  • First Aid (PPGD) : Penanganan pertama pada kecelakaan ringan dan teknik balut-bidai.
  • Sandu & Isyarat : Pendalaman Semaphore, Morse, dan sandi-sandi kreatif.
2. Bidang Karakter & Spiritual

Membangun mentalitas sesuai dengan Dasa Darma.

  • Ibadah Bersama : Mengintegrasikan waktu salat atau doa bersama dalam setiap latihan rutin.
  • Kisah Inspiratif : Sharing session mengenai tokoh pahlawan atau nilai-nilai kepemimpinan.
  • Tabungan Pramuka : Membiasakan anggota menyisihkan uang kas untuk melatih pengelolaan finansial sederhana.
3. Bidang Pengabdian Masyarakat (Community Service)
  • Pramuka Peduli Lingkungan : Aksi bersih – bersih area sekolah atau penanaman pohon di lingkungan sekitar.
  • Bakti Sosial : Pengumpulan dan penyaluran bantuan sederhana (buku atau pakaian layak pakai) ke panti asuhan terdekat.
4. Kegiatan Besar (Highlight Events)

Kegiatan yang menjadi puncak dari latihan rutin.

  • Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) : Fokus pada pelantikan tingkat (Ramu, Rakit, Terap atau Bantara).
  • Lomba Tingkat Internal : Kompetisi antar regu / sangga untuk mengevaluasi hasil latihan mingguan.
  • Jelajah Alam (Hiking) : Perjalanan edukatif di luar sekolah untuk menerapkan ilmu navigasi dan ketangkasan.


Paskibra

Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) adalah organisasi atau ekstrakurikuler di sekolah yang memiliki tugas utama untuk mengibarkan dan menurunkan bendera kebangsaan Indonesia, Merah Putih, dalam upacara peringatan hari besar nasional, terutama pada perayaan HUT Kemerdekaan RI (17 Agustus).

Agus Waluyo, S. Pdi

Pembina


Fokus Utama Kegiatan

  • Baris – Berbaris (PBB) : Melatih kedisiplinan, ketangkasan, dan keseragaman gerakan.
  • Ketahanan Fisik : Melatih kekuatan tubuh melalui latihan rutin agar siap menjalankan tugas dalam durasi lama.
  • Wawasan Kebangsaan : Menanamkan rasa cinta tanah air, patriotisme, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
  • Kepemimpinan dan Kerja Sama : Membangun mental yang tangguh, rasa percaya diri, serta kemampuan bekerja dalam tim.

Paskibra bukan sekadar organisasi baris-berbaris, melainkan wadah pembentukan karakter bagi generasi muda untuk menjadi pribadi yang disiplin, berjiwa ksatria, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa.


Rohani Islam (Rohis) “Sahara”

Rohis (Rohani Islam) adalah organisasi atau ekstrakurikuler kerohanian di sekolah yang bertujuan untuk membina dan memperdalam pemahaman siswa mengenai nilai – nilai agama Islam. Rohis menjadi wadah bagi siswa untuk belajar, berinteraksi, dan mempererat tali persaudaraan dalam koridor keislaman yang santun dan inklusif.

Nona Khaerunisa, S. Ag

Pembina


Fokus Utama Kegiatan

  • Pembinaan Keislaman : Mengadakan kajian rutin, diskusi keagamaan, serta pendalaman Al-Qur’an dan ilmu agama lainnya.
  • Pengembangan Karakter : Menanamkan akhlakul karimah (budi pekerti luhur), integritas, dan kejujuran dalam kehidupan sehari – hari di lingkungan sekolah.
  • Kegiatan Sosial: Mengorganisir kegiatan amal, kepedulian sosial, dan pengumpulan atau penyaluran zakat / infaq.
  • Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) : Mengelola kegiatan sekolah dalam rangka memperingati momen penting seperti Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, atau kegiatan selama bulan Ramadan.
  • Dakwah Kreatif : Mengembangkan potensi diri siswa dalam seni Islami, literasi, atau dakwah melalui media yang relevan dengan perkembangan zaman.

Rohis berperan sebagai penyeimbang pendidikan akademik dengan memperkuat fondasi spiritual, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedewasaan emosional dan karakter yang berlandaskan nilai – nilai religius.


Rohani Kristen (Rokris)

Rokris adalah wadah pembinaan karakter dan spiritual bagi peserta didik beragama Kristen. Organisasi ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang berintegritas, memiliki kasih, serta mampu mengaplikasikan nilai – nilai iman dalam kehidupan sehari – hari di lingkungan sekolah.

Pembina


Visi

Mewujudkan generasi muda yang takut akan Tuhan, unggul dalam karakter, dan menjadi terang bagi sesama.

Kegiatan Utama

  • Ibadah Rutin : Pertemuan mingguan yang diisi dengan pujian, penyembahan, dan pendalaman Alkitab.
  • Persekutuan Doa : Sesi doa bersama untuk mendoakan kebutuhan civitas akademika dan bangsa.
  • Aksi Sosial : Penyaluran bantuan atau kunjungan ke panti asuhan sebagai bentuk nyata kasih terhadap sesama.
  • Retreat & Seminar : Program pengembangan diri dan kepemimpinan berbasis nilai-nilai Kristiani.
  • Peringatan Hari Besar : Perayaan kreatif pada momen Natal, Paskah, dan hari besar keagamaan lainnya.

Melalui Rokris, siswa tidak hanya belajar mengenai aspek spiritual, tetapi juga diajak untuk membangun relasi yang positif dengan teman sebaya (fellowship), melatih jiwa kepemimpinan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan penuh toleransi.


PMR (Palang Merah Remaja)

PMR adalah wadah pembinaan bagi siswa yang memiliki jiwa sosial tinggi dan kepedulian terhadap kemanusiaan. Di sini, anggota tidak hanya belajar tentang pertolongan pertama, tetapi juga dilatih untuk menjadi relawan muda yang tangguh, responsif, dan mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan lingkungan sekolah.

Pembina


Visi

Membentuk relawan muda yang berkarakter, memiliki keterampilan medis dasar yang mumpuni, serta menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan.

Fokus Pembelajaran & Keterampilan

  • Pertolongan Pertama (PP) : Teknik dasar penanganan luka, pingsan, hingga evakuasi medis darurat.
  • Remaja Sehat Peduli Sesama (RSPS) : Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta kesehatan remaja.
  • Kepemimpinan & Kerja Sama : Melatih kemandirian dan koordinasi tim dalam situasi darurat.
  • Dapur Umum & Logistik : Dasar – dasar manajemen bantuan dan kesiapsiagaan bencana.
  • Donor Darah : Edukasi dan pengorganisasian kegiatan donor darah di lingkungan sekolah.

Tujuh Prinsip Dasar Palang Merah

Seluruh anggota PMR bergerak berdasarkan prinsip : Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan.

Peran di Sekolah

Anggota PMR bertugas sebagai tim medis pada setiap upacara bendera, kegiatan olahraga, serta acara besar sekolah lainnya. Selain itu, PMR juga berperan aktif dalam menjaga fungsi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) sebagai garda terdepan kesehatan siswa.