Penulis : Athif Yahya | Editor : Tri Murti Wibisono, Rendi Prasetyo

Perssuara 5 – Siswa dan siswi SMAN 5 Depok dengan antusias terlihat memenuhi labolatorium komputer SMAN 5 Depok tepat pukul 07.00 WIB pada Senin, 29 Agustus 2022. Siswa dan siswi tersebut dengan sigap dan semangat mempersiapkan diri untuk perhelatan kegiatan yang akan dilalui. Kegiatan tersebut ialah rangkaian asesmen berbasis komputer yang dinamakan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) tahun 2022.

sumber foto : M. Yasin A

            ANBK atau Asesmen Nasional Berbasis Komputer adalah sebuah rangkaian kegiatan penilaian berupa asesmen diselenggarakan Kemendikbudristek untuk menilai mutu setiap sekolah, yang dimana sumber dari mutu tersebut berasal dari hasil kualitas proses belajar mengajar, iklim pendidikan, dan hasil belajar murid. ANBK sendiri juga merupakan sebuah program evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan secara dilakukan dengan tujuan untuk mengukur dan menerapkan kebijakan berdasarkan hasilnya dengan memotret input, proses, dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.

            Kemudian ANBK juga merupakan program yang diterbitkan Kemendikbudristek sebagai sebuah solusi, dan diharapkan dapat menjadi pemecah masalah dan pengganti yang tepat dari program sebelumnya, yaitu Ujian Nasional. Oleh karena itu ANBK membawa perubahan dari segi sistem dimana dapat menjawab pertanyaan masyarakat seputar dampak yang didapatkan seperti pengaruhnya terhadap kelulusan. Hal itu karena ANBK tidak akan menentukan kelulusan siswa/i, serta asesmen tersebut juga diberikan kepada murid bukan di akhir jenjang satuan pendidikan maupun dijadikan landasan untuk menilai peserta didik yang menjadi peserta asesmen. Hal ini tentunya menandakan bahwa hasil ANBK tidak akan memuat skor atau nilai peserta didik secara individual, melainkan diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran.

            Dalam kaitannya dengan peserta, ANBK diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, serta program kesetaraan yang dikelola oleh PKBM. Dalam setiap satuan pendidikan, ANBK akan diikuti oleh Sebagian peserta didik kelas V, VII, dan Xi yang dipilih secara acak oleh pemerintah. Selain peserta didik, ANBK juga akan diikuti oleh guru dan kepala sekolah di setiap satuan pendidikan untuk program kesetaraan.

            Landasan pemilihan peserta ANBK didasari oleh tujuan bahwa hasil ANBK diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan proses pembelajaran, di mana pemilihan jenjang dimaksudkan agar peserta ANBK dapat merasakan perbaikan selama masih berada di sekolah tersebut, sehingga sekolah dapat dikatakan telah berkontribusi pada hasil belajar yang diukur dalam ANBK.

sumber foto : M. Yasin A

            Secara substitusi, ANBK sendiri tidak menggantikan peran Ujian Nasional secara bulat dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar peserta didik secara individual, melainkan menggantikan peran Ujian Nasioal sebagai sumber informasi pemetaan dan evaluasi mutu sistem pendidikan. Laporan hasil ANBK akan dirancang untuk menjadi “cermin” atau umpan balik yang berguna bagi sekolah dan dinas pendidikan dalam proses evaluasi dan perencanaan program di masa depan.

            Instrumen dalam ANBK dapat dibagi menjadi tiga instrument yang menilai efektivitas pembelajaran dan ketercapaian kurikulum yang digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran, diantaranya:

  1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Instrumen berupa pengukuran literasi membaca dan numerasi peserta didik yang bersumber dari pengembangan kapasitas individu sebagai warga Indonesia agar dapat berkontribusi secara produktif dan memiliki kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk penyelesaian masalah sehari-hari.

  • Survei Karakter

Instrumen yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh informasi hasil belajar sosial dan emosional.

  • Survei Lingkungan Belajar

Instrumen yang digunakan untuk mengukur berbagai proses input dan proses belajar-mengajar pada satuan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik, guru, dan kepala sekolah.

            ANBK secara umum dilaksanakan secara langsung melalui dua moda, yaitu online dan semi online. ANBK online harus dilakukan dengan sebuah komputer yang memiliki akses internet yang stabil, hal ini agar dapat digunakan oleh client untuk terhubung dengan Pusmenjar. Selain itu, pada ANBK online juga diharuskan memiliki sebuah komputer protokol dengan proktor yang berguna untuk membuka token. Sedangkan di sisi lain, ANBK semi online tidak memiliki akses internet secara langsung sehingga komputer client akan terhubung dengan komputer protokol yang memiliki akses internet melalui jaringan LAN.

            Adapun, pelaksanaan ANBK tahun 2022 di SMAN 5 Depok dilaksanakan dalam durasi 2 hari, tepatnya pada tanggal 29-30 Agustus 2022 di jenjang SMA kelas XI. ANBK dilaksanakan dalam 2 ruangan yang terdiri dari 2 sesi setiap harinya. Setiap sesi berdurasi 2 jam dari pukul 07.30 WIB – 09.30 WIB untuk sesi 1, dan 10.00 WIB – 12.00 WIB untuk sesi 2. Setiap siswa dan siswi diperkenankan menggunakan seragam sekolah sesuai ketentuan dan  hadir lebih awal untuk mempersiapkan dan mengantisipasi kendala.

            Dalam pengerjaannya, hari pertama dilaksanakan untuk penilaian literasi dan survei karakter, hari kedua dengan numerasi dan survey lingkungan. Pengerjaan dilakukan melalui komputer berbasis CBT yang diintegrasi dengan proktor dan pengawas dari perwakilan sekolah diluar SMAN 5 Depok, dibagi menjadi beberapa stage dan bentuk soal seperti pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian. Dengan begitu, penilaian ANBK tahun 2022 di SMAN 5 Depok dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran dalam data yang diperoleh.

            Secara umum, pelaksanaan ANBK tahun 2022 di SMAN 5 Depok telah berjalan dengan lancar, baik, dan tidak menemukan adanya hambatan yang berarti. Sosialisasi, persiapan, dan arahan dari dewan guru dan sekolah terkait ANBK kepada peserta didik telah terstruktur dan sistematis sehingga dapat diterima oleh setiap siswa dan siswi yang terpilih. Pelaksanaan ANBK tahun 2022 di SMAN 5 Depok juga berjalan secara tuntas yang akhirnya memberikan pengalaman baru bagi siswa dan siswi SMAN 5 depok dalam eksplorasi dan wawasan terhadap aspek penilaian yang telah dihadapi. Tak jarang siswa-siswi SMAN 5 Depok menggunakan momentum ANBK tahun 2022 ini untuk mengukur potensinya selama satu tahun pembelajaran di SMAN 5 Depok.

            Berbagai tanggapan tentunya muncul dari berbagai pihak yang terlibat terkait pelaksanaan ANBK tahun 2022 di SMAN 5 Depok. Meskipun begitu, respon positif dan membangun yang didapatkan perihal program ini dinilai melebihi rata-rata. Banyak dari siswa-siswi SMAN 5 Depok yang melaksanakan ANBK tahun 2022 mengutarakan bahwa pelaksanaan ANBK merupakan sebuah langkah yang tepat dan baik untuk perkembangan sekolah, serta merupakan peluang untuk meningkatkan potensi dan komptensi diri.

sumber foto : M. Yasin A

            Akhir kata, ANBK tahun 2022 dapat menjadi sebuah ajang seluruh lapisan dalam satuan SMAN 5 Depok untuk bersinergi dalam meningkatkan, memperbaiki, dan memajukan SMAN 5 Depok menuju tercapainya target-target dan tujuan yang telah dirumuskan. ANBK tahun 2022 adalah momen untuk seluruh pihak bekerja sama dan saling membantu untuk mendorong prestasi dan kemajuan sekolah secara keseluruhan dengan harapan akan memberikan hasil nyata terhadap perkembangan pendidikan di SMAN 5 Depok. Oleh karena itu, semoga pelaksanaan ANBK tahun 2022 di SMAN 5 Depok yang telah dilaksanakan pada tanggal 29-30 Agustus 2022 lalu dapat memberikan manfaat yang positif dalam jumlah yang masif untuk kemajuan SMAN 5 Depok yang progresif.